Minggu, 22 Februari 2009

Pengkajian Keluarga

PENGKAJIAN KELUARGA



Pendahuluan

Pengkajian adalah suatu tahapan ketika seorang perawat mengambil informasi secara terus menerus terhadap keluarga yang dibinanya untuk mendapatkan data tentang keluarga. Data yang dikumpulkan mencakup data subyektif dan data obyerktif.

Pengkajian Perawatan menurut Bailon Maglaya (1978) adalah sekumpulan tindakan yang digunakan oleh perawat untuk mengukur keadaan klien/keluarga dengan memakai patokan norma-norma kesehatan pribadi maupun sosial, sistem integritas dan kesanggupannya untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan. Dasar dari pengkajian adalah pemikiran suatu perbandingan, suatu ukuran atau suatu penilaian dengan menggunakan norma-norma yang diambil dari kepercayaan, prinsip-prinsip, nilai-nilai, aturan atau harapan-harapan.

Termasuk dalam tahap pengkajian ini adalah pengumpulan dan analisa data-data yang berhubungan dengan status/keadaan keluarga atau klien, kesanggupan untuk menyelesaikan masalah kesehatan di lingkungan.

Ada tiga hal yang dapat digunakan untuk menentukan status keluarga yaitu:
1. Keadaan kesehatan yang normal dari setiap anggota keluarga. Keadaan kesehatan yang normal dari setiap anggota keluarga : menyangkut keadaan physik, sosial dan emosional yang baik dari setiap anggota.

2. Keadaan di rumah maupun di lingkungan yang dapat membawa peningkatan kesehatan. pergaulan ini memperhatikan : Macam dan mutu perumahan, cukup luasnya rumah, karakteristik tetangga, sanitasi lingkungan, norrna-norma dalam keluarga, nilai-nilai, harapan, dan gaya (pola) hidup sosio-budaya yang dapat meningkatkan kese­hatan dan mencegah kecenderungan untuk sakit.

Sifat-sifat keluarga, dinamika atau tingkat kemampuan keluarga, menyangkut kesanggupan keluarga sebagai suatu sistem untuk mempertahankan keutuhannya dan mencapai tujuannya melalui interaksi yang dinamis antar anggota keluarga sambil menyesuaikan dengan situasi-situasi dalam lingkungan luas.

Pengkajian dalam perawatan keluarga memerlukan pemahaman mengenai cara-cara bagaimana keluarga berfungsi sebagai unit. Konsep-konsep dan proses-proses yang menyangkut dinamika keluarga dan perkembangan keluarga adalah pengetahuan dasar yang dianggap penting bila perawat ingin peka terhadap aspek-aspek yang berhu-bungan dengan tingkah laku keluarga yang dapat memberi bayangan akan masalah kesehatan.


3. Sifat-sifat keluarga, dinamika atau tingkat kemampuan keluarga yang dapat menentukan perkembangan keluarga. Pengamatan mengenai keluarga-keluarga dengan berbagai kebudayaan dan macam masyarakat telah membuktikan sifat, kelakuan, nilai, peranan dan tugas keluarga.

Penyamarataan gabungan sikap, nilai dan peranan menjadi sifat khas dari macam-macam keluarga, adalah tidak mungkin. Dia berpendapat bahwa tidak ada dan mungkin belum pernah ada jenis keluarga yang tetap untuk diusulkan sebagai keluarga model. Menurut dia, mungkin yang ada adalah pola-pola model. Kombinasi dari pqla-pola model ini lazim disebut keluarga khas. Dia mengatakan bahwa masyarakat berkembang sangat cepat sehingga tidak memungkinkan penyamarataan keluarga. Walaupun sedikit sulit, tetapi perawat harus peka terhadap penyimpangan keadaan dan perkembangan keluarga.

Keluarga sebagai unit yang berfungsi untuk perkembangan kesehatan anggoia-anggotanya. Dasar konsep perkembangan keluarga ini adalah pengertian bahwa keluarga itu adalah unit yang berfungsi, di mana terdapat pertukaran kelakuan, tugas dan peranan secara terus menerus di dalam keluarga maupun di luar keluarga. Pertukaran tugas dan peranan ini dilaksanakan untuk perkembangan secara timbal balik antar anggota-anggota keluarga, antar keluarga itu sendiri sebagai unit dan masyarakat.

Norma dalam perkembangan keluarga bukan beberapa gabungan peranan atau tugas. Jelas bahwa sosio-budaya adalah salah satu faktor yang tidak memungkinkan penyamarataan. Norma kesehatan keluarga yang sama dengan semua kebudayaan adalah bahwa keluarga sebagai unit yang berfungsi mengadakan hubungan timbal balik dan hubungan yang penting dalam lingkungannya. Tujuan dari hubungan timbal balik ini adalah agar anggota-anggota keluarga dapat berfungsi seoptimal mungkin, produktifitas hidup keluarga dan perkembangan masyarakat. Menurut nonna ini, keluarga harus dapat memelihara anggotanya sedemikian rupa sehingga kebutuhan fisik, emosional dan sosial dapat terpenuhi.

Keluarga berusaha untuk mencapai tujuan ini bersamaan dengan keluarga mengikuti siklus hidup kelahiran, perkembangan, perpisahan, masa tua dan kematian anggota. Dalam mengikuti siklus hidup, keluarga mengalami bermacam-macam tuntutan dan tekanan terhadap kesanggupannya dan sumber dayanya. Dengan tuntutan ini, proses penyesuaian dan perombakan organisasi keluarga secara dinamis harus ada, bila keluarga ingin mempertahankan keadaan yang baik dan sehat di antara anggota-anggotanya. Masalah kesehatan akan timbul bila proses penyesuaian tidak berhasil sehingga keluarga tidak sanggup untuk melaksanakan tugas-tugas kesehatan.

Sumber Data dalam pengkajian keluarga

Sumber yang pertama adalah status kesehatan dari anggota-anggota keluarga. Analisa data dari sumber tersebut akan menggambarkan penyimpangan-penyimpangan dari perkembangan kesehatan individu. Agar dapat mengumpulkan dan menganalisa data tersebut, perawat memerlukan keterampilan yang cukup dalam menentukan penyimpangan-penyimpangan kesehatan individu dalam aspek fisik dan psikososial. Ketrampilan dalam menilai keadaan fisik dan pengetahuan yang luas berdasarkan atas faktor sosio-budaya yang dapat mempengaruhi kesehatan, sakit dan kebiasaan-kebiasaa untuk menentukan dengan tepat status sakit dari anggota-anggota keluarga.

Surnber data yang kedua adalah status keluarga yang berfungsi sebagai suatu unit dan diharapkan sanggup meningkatkan kesehatan mengambarkan sifat dan luasnya kesanggupan keluarga untuk melaksanakan tugas kesehatan tertentu dalam memenuhi kebutuhar kebutuhan fisik, sosial dan emosional dari anggotanya. Pengkajian yang baik dari macam data ini memerlukan pengetahuan yang luas berdasarkan proses kelompok, peranan dan hubungan antar anggota keluarga, cara keluarga mengambil keputusan dan cara komunikasi keluarga.

Sumber data terakhir adalah lingkungan keluarga yaitu rumah dan masyarakat sekitar. Pengumpulan dan analisa data ini akai membantu menentukan keadaan dalam rumah dan lingkungan yang menghambat peningkatan dan mempertahankan: kesehatan serta penyembuhan penyakit. Pengkajian yang baik dari macam data ini memerlukan pengetahuan mengenai ancaman fisik dan sosio budaya terhadap peningkatan kesehatan.

Sumber data ada yang dikatakan sebagai sumber data primer yaitu data yang berasal dari keluarga dan data sekunder yaitu data lain yang bukan dari keluarga seperti catatan kesehatan klien dan keluarga, hasil pemeriksaan, dll.

Macam-macam Data yang dikumpulkan dalam Pengkajian Keluarga
Ada 2 macam data yang kita kumpulkan pada tahap pengkajian keluarga. Data yang dikumpulkan tersebut sesuai dengan data yang dikumpulkan pada dua tahap penjajakan dalam pengkajian keluarga. Penjajakan tahap I adalah tahap pengumpulan data dasar keluarga secara keseluruhan komponen yang berkaitan dengan kesehatan keluarga. Data yang dikumpulkan pada penjajakan pertama tersebut mencakup :
1. Struktur dan sifat keluarga.
2. Faktor-faktor sosio-budaya-ekonomi.
3. Faktor-faktor lingkungan.
4. Riwayat kesehatan dan riwayat medis dari anggota keluarga.

Penjajakan tahap II adalah tahap pengumpulan data yang lebih berfokus terhadap respon keluarga dari masalah kesehatan yang dialami. Data yang dikumpulkan pada tahap penjajakan kedua, mengambarkan sampai mana keluarga dapat melaksanakan tugas-tugas kesehatan yang berhubungan dengan ancaman kesehatan, kurang/tidak sehat, atau krisis, yang dialami oleh keluarga itu pada waktu tahap penjajakan pertama. Data ini menggambarkan ketidak mampuan keluarga untuk melaksanakan tugas-tugas kesehatan. Perhatian utama dari perawat pada tahap penjajakan kedua, adalah penentuan kesanggupan keluarga melaksanakan tugas kese­hatan menghadapi masalah-masalah kesehatan.

Metode Pengkajian Keluarga
Metode yang dapat dilakukan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan pemeriksaan fisik.

Observasi Langsung
Dengan mengumpulkan data melalui observasi langsung, kita menggunakan semua panca indra kita yaitu penglihatan, pendengaran, sentuhan, penciuman dan pengecapan. Dengan observasi langsung, perawat dapat mengetahui keadaan keluarga dan tingkah laku mereka. Status kesehatan dapat pula diketahui melalui tanda-tanda yang dapat dilihat:
1. Keadaan fisik dari setiap anggota.
2. Komunikasi atau pola bahasa yang diharapkan atau boleh dipakai.
3 . Peranan dari setiap anggota keluarga termasuk pola pengambilan keputusan.
4. Keadaan di rumah dan lingkungan.
Keuntungan pengumpulan data secara langsung adalah kebenarar data-data dapat dibuktikan oleh pengamat-perigamat yang lain.

Wawancara
Perawat mengumpulkan data melalui wawancara dengan anggota keluarga yang bertanggung jawab atas kesehatan keluarga. Perawa dapat juga mengambil data dengan menanyakan petugas kesehatar lainnya yang berhubungan dengan keluarga atau orang lain yang dapat memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai keadaan dan pengalaman keluarga.

Keberhasilan dari wawancara bergantung pada penggunaar teknik-teknik komunikasi yang baik untuk memperoleh jawaban yang diperlukan. Kesulitan besar yang dihadapi perawat dalam mengumpulkan data (pada tahap penjajakan kedua adalah mengetahui sikap tepat dari keluarga dalam melihat masalah kesehatan mereka dan cara yang mereka pakai untuk mengatasinya. Terdapa kecenderungan bagi perawat untuk segera memberikan nasihat sebelum menentukan bagaimana keluarga itu melihat masalahnya dan bagaimana sumber daya keluarga.

Metode Pengkajian Lainnya
Perawat dapat memeriksa catatan-catatan atau laporan-lapora yang berhubungan dengan keluarga. Termasuk dalamnya adalah :
1. Cataian medis dari setiap anggota keluarga
2. Catatan immunisasi
3. Catatan/laporan mengenai keadaan rumah dan lingkungan.

Perawat dapat juga memperoleh data dengan cara :
1. Mengadakan pemeriksaan laboratorium
2. Mengadakan pemeriksaan diagnostik
3. Pemeriksaan lain yang dikerjakan perawat atau petugas-petugas kesehatan yang lain.

Model Pengkajian Keluarga Friedman
Dalam model pengkajian keluarga Friedman ada enam katagori data yang diindetifikasikan, yaitu tahap dan riwayat perkembangan ,data lingkungan, struktur keluarga, fungsi keluarga dan Koping keluarga

Mengidentifikasi Data
Data-data dasar yang menggambarkan keluarga dalam istilah-istilah dasar dimasuk dalam dalam bagian ini.
1. Nama Keluarga
2. Alamat danNomorTelepon
3. Komposisi Keluarga: Untuk mengumpulkan informasi ini boleh digunakan, baik sebuah tabel, atau dapat digu­nakan genogram keluarga. Untuk menggunakan format tabel, setelah anggota keluarga yang dewasa, pertama masukan anak yang paling besar, diikuti oleh anak-anak lain berdasarkan urutan kelahiran. Lalu berikutnya, masukan juga anggota lain yang punya atau tidak hubungan kekerabat yang dalam keluarga tersebut. Jika terdapat anggota keluarga besar atau teman yang dianggap sebagai anggota kelu­arga sendiri, meskipun tidak tinggal dalam rumah tangga atau keluarga tersebut, masukan juga mereka pada akhir daftar dimaksud. Hubungan setiap anggota keluarga satu sama lain, serta tanggal lahir, tempat lahir, pekerjaan, dan pendidikan, harus drincikan.

Genogram : Diisi dengan silsilah anggota keluarga untuk 3 generasi. Simbol Simbol yang di gunakan sebagai berikut :

Laki-laki Perempuan Identifikasi klien Meninggal

Menikah Pisah Cerai


Anak angkat Aborsi Kembar



Tinggal satu Rumah

4. TipcBentuk Keluarga
Keluarga yang memerlukan pelayanan kesehatan berasal dari berbagai macam pola kehidupan. Sesuai dengan perkembangan sosial. Maka tipe keluarga berkembang mengikutinya. Agar dapat mengupayakan peran serta keluarga dalam meningkatkan derajat kesehatan maka perawat perlu mengetahui berbagai tipe keluarga.

Ada dua tipe keluarga yaitu keluarga tradisioanl dan non tradisional. Yang termasuk tipe Keluarga Tradisional yaitu : Keluarga inti, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami, isteri dan anak (kandung atau angkat). Keluarga besar, yaitu keluarga inti ditambah dengan keluarga lain yang mempunyai hubungan darah, misalnya kakek, nenek, paman, dan bibi. Keluarga Dyad yaitu suatu rumahtangga yang terdiri dari suami isteri tanpa anak. Single Parent, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari satu orangtua dengan anak (kandung atau angkat). Kondisi ini dapat disebabkan oleh perceraian atau kematian. Single Adult, yaitu suatu rumah tangga yang hanya terdiri dari seorang dewasa. Keluarga usila, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami isteri yang berusia lanjut.

Tipe Keluarga Non Tradisional, terdiri dari Commune Family, yaitu lebih satu keluarga tanpa pertalian darah hidup serumah, Orangtua (ayah-ibu) yang tidak ada ikatan perkawinan dan anak hidup bersama dalam satu rumah tangga., Homoseksual, dua individu yang sejenis hidup bersama dalam satu rumah tangga.


5. Later Belakang Budaya (Etnis) ,Dalam menggambarkan ini, gunakan kriteria berikut sebagai petunjuk untuk menentukan kebudayaan ke­luarga dan orientasi religius keluarga.
5.1. Latar belakang budaya keluarga atau anggota keluarga (identifikasi diri)?
5.2. Jaringan kerja sosial keluarga (dari kelompok budaya yang sama)?
5.3. Tempat tinggal keluarga (bagian dari sebuah lingkungan yang secara budaya bersifat homogen)?
5.4. Kegiatan-kegiatan keagamaan, sosial, budaya, rekreasi, dan pendidikan (apakah kegiatan-kegiatan ini berada dalam kelompok kultur budaya?
5.5. Kebiasaan-kebiasaan diet dan berbusana (tradisional atau modern)?
5.6. Keberadaan peran-peran dan struktur kekuasaan keluarga tradisional atau "modern"?
5.7. Dekorasi (tanda-tanda pengaruh bu­daya)?
5.8.Bahasa (bahasa-bahasa) digunakan di rumah? Apakah semua anggota kelu­arga berbicara bahasa Indonesia.
5.9. Pengaruh masyarakat yang lazim bagi ke­luarga kompleks teritorial keluarga (apakah porsi tersebut semata-mata ada dalam komunitas etnis)?
5.10. Penggunaan jasa-jasa perawatan kesehatan keluarga dan praktisi. Apakah keluarga mengunjungi pelayanan praktisi, teriibat dalam praktik-praktik pelayanan kesehatan tradisional, atau memiliki kepercayaan tradisional asli dalam bidang kesehatan? :
5.11. Daerah asal dan berapa lama keluarga tersebut telah tinggal di tempat tinggal sekarang ?

6. Idcntinkasi Nilai-Nilai Spriritual/Agama
6.1. Apakah anggota keluarga berbeda dalam praktik keyakinan beragamaan mereka?
6.2. Seberapa aktif keluarga tersebut ter-libat dalam kegiatan keagamaan, atau organisasi-organisasi keagamaan lain?
6.3. Keluarga terlibat dalam praktik ke­agamaan apa?
6.4. Kepercayaan-kepercayaan dan nilai-ni-lai keagamaan apa yang menjadi pusat dalam kehidupan keluarga?

7. Status Sosial Ekonomi Keluarga (berdasarkan peker­jaan, pendidikan, dan pendapatan): Status ekonomi Siapa yang menghidupi keluarga? Apakah keluarga menerima bantuan atau tam-bahan. keuangan? Jika demikian dari mana? Apakah keluarga menganggap pendapatan mereka memadai?

8. Aktivitas Rekreasi atau Waktu Luang4
8.1. Mengidentifikasi aktivitas-aktivitas-keluarga, jenis dan berapa kali akti­vitas-aktivitas ini berlangsung?
8.2. Tulislah aktivitas-aktivitas waktu lu­ang dari subsistem keluarga (subsis­tem suami/istri; subsistem orangtua-anak; susbistem sibling).
8.3. Menggali perasaan dari anggota kelu­arga tentang aktivitas rekreasi atau waktu luang.




RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
9. Tahap perkembangan keluarga saat ini.
10. Sejauh mana keluarga memenuhi tugas-tugas perkembangan yang sesuai dengan tahap perkembangan saat ini.
11. Riwayat keluarga mulai lahir hingga saat ini, - termasuk riwayat perkembangan dan kejadian-kejadian dan pengalaman-pengalaman kesehatan yang unik atau yang berkaitan dengan kesehatan (perceraian, kematian, hilang dll.) yang terjadi dalam kehidupan keluarga.
12. Keluarga asal kedua orangtua (seperti apa kehidupan keluarga asalnya; hubungan masa silam dan saat dengan orangtua dari kedua orangtua).

DATA UNGKUNGAN
Data-data lingkungan meliputi seluruh alam kehidupan keluarga mulai dari pertimbangan
bidang-bidang yang paling kecil seperti aspek-luas di mana keluarga tersebut berada.
13. Karakteristfk Rumah
13.1. Gambar tipe tempat tinggal (rumah, apartemen, sewa kamar, dll.). Apa­kah keluarga memiliki sendiri atau menyewa rumah ini?
13.2. Gambarkan kondisi rumah (baik inte­rior maupun eksterior rumah) Inte­rior rumah meliputi jumlah kamar dan tipe kamar (kamar tamu, kamar tidur, dll,), penggunaan kamar-kamar tersebut dan bagaimana kamar ter­sebut diatur. Bagaimana kondisi dan kecukupan perabot? Apakah penerangan, ventilasi, pemanas memadai (buatan atau panas matahari). Apa­kah lantai, tangga, susuran, dan bangunan yang lain dalam kondisi yang adekuat?
13.3. Di dapur, amati suplai air minum, sanitasi, dan adekuasi pendinginan.
13.4. Di kamar mandi, amati sanitasi, air, fasilitas toilet, adatidaknya sabun dan handuk.
13.5. Kaji pengaturan tidur di dalam ru­mah. Apakah pengaturan tersebut memadai bagi para anggota keluarga, dengan pertimbangan usia mereka, hubungan, dan kebutuhan-kebutuhan khusus mereka lainnya?
13.6. Amati keadaaan umum kebersihan dan sanitasi rumah. Apakah ada serbuan serangga-serangga kecil (khususnya di dalam) dan/atau masalah-masalah sanitasi yang disebabkan oleh kehadiran binatang-binatang piaraan?
13.7. Kaji perasaan-perasaan subjektif keluarga terhadap rumah. Apakah keluarga menganggap rumahnya me­madai bagi mereka?
13.8. Identifikasi unit teritorial keluarga.
13.9. Evaluasi pengaturan privasi dan ba­gaimana keluarga merasakan privasi mereka memadai.
13.10. Evaluasi ada dan tidak adanya bahaya-bahaya keamanan.
13.11. Evaluasi adekuasi pembuangan sampah
13.12. Kaji perasaan puas/tidak puas dari anggota keluarga secara keseluruhan ' dengan pengaturan/penataan rumah.

14. Karakteristik Lingkungan dan Komunitas Tempat Tinggal yang Lebih Luas
14.1. Apa karakteristik-karakteristik fisik dari lingkungan yang paling dekat dan komunitas yang lebih luas? Tipe lingkungan/komunitas (desa, kota, subkota, antarkota). Tipe tempat tinggal (hunian, indus­trial, campuran hunian dan industri kecil, agraris) di lingkungan. Keadaan tempat tinggal dan jalan raya (terpelihara, rusak, tidak terpelihara, sementara diperbaiki). Sanitasi jalan raya, rumah (kebersihan, pengumpulan sampah, dll.). Masalah yang berkaitan dengan kemacetan lalu lintas? Adanya dan jenis-jenis industri di lingkungan (udara, kebisingan, ma-salah-masalah polusi air).
14.2. Bagaimana karakteristitik demografis dari lingkungan dan komunitas? Kelas sosial dan karakteristik etnis penghuni. Perubahan-perubahan secara demografis yang berlangsung belakangan ini dalam lingkungan/komunitas.
14.3. Pelayanan-pelayanan kesehatan dan pelayanan-pelayanah dasar apa yang ada dalam lingkungan dan komu­nitas? Fasilitas-fasilitas pemasaran (makanan, sandang, apotik, dll.). Lembaga-lembaga kesehatan (klinik-kliinik, rumah sakit, dan fasilitas-fasilitas gawat darurat). Lembaga-lembaga pelayanan sosial (kesejateraan, konseling, pekerjaan). Tempat-tempat peribadatan seperti masjid, gereja, pura,dll.
14.4. Bagaimana mudahnya sekolah-sekolah di lingkungan atau komunitas dapat diakses dan bagaimana kondisi-ya? Apakah ada masalah-masalah integrasi yang mempengaruhi kelu­arga?
14.5. Fasilitas-fasilitas rekreasi.
14.6. Tersedianya transportasi umum. Bagaimana pelayanan-pelayanan dan fasilitas-fasilitas tersebut dapat diakses (dalam arti, jarak, kecocokan, dan jam, dll.) kepada keluarga.
14.7. Bagaimana insiden kejahatan di ling­kungan dan komunitas? Apakah ada masalah keselamatan yang serius?

15. MobilitasGeografis Keluarga
15.1. Sudah berapa lama keluarga tinggal di daerah ini
15.2. Bagaimana riwayat mobilitas geografis dari keluarga ini.
15.3. Dari mana keluarga tersebut berasal/ pindah atau bermigrasi?

16. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat :
16.1. Apakah Anggota keluarga mengetahui perkumpulan yang ada di komunitas,
16.2. Apakah keluarga itu terlibat,
16.3 Apakah keluarga merasakan manfaat terhadap perkumpulan tersebut.
16.4 Berapa jumlah Frekuensi pertemuan dari perkumpulan keluarga dan komunitas. 16.5. Bagaimana pandangan keluarga terhadap perkumpulan tersebut.

17. Sistem Pendukung atau Jaringan Sosial Keluarga7:
Siapa menolong keluarga pada saat keluarga membutuhkan bantuan, dukungan konseling aktivita§-aktivitas keluarga (menjaga anak, transportasi, dll.)?
17.1. Informal: Kedekatan keluarga dengan teman-teman, para tetangga, kerabat, kelompok-kelompok sosial, majikan, dan pekerja.
17.2. Formal: Hubungan-hubungan kelu­arga dengan orang yang membantu yang berasal dari lembaga-lembaga perawatan kesehatan dan lembaga-lembaga terkait lainnya.

STRUKTUR KELUARGA
18. Pola-Pola Komunikasi
18.1. Dalam mengobservasi keluarga secara keseluruhan dan/atau rangkaian hubungan dari keluarga, bagaimana komunikasi fungsional dan disfungsional digunakan secara terus menerus? Berikan contoh-contoh pola-pola berulang. Apakah mayoritas pesan anggota ke­luarga sesuai dengan isi dan instruksi? (Masukan juga observasi-observasi menyangkut pesan-pesan non ­verbal). Jika tidak, siapa yang memanifestasikan informasi. Bagaimana tegasnya dan jelasnya anggota keluarga mengutarakan kebutuhan-kebutuhan dan perasaan-perasaan mereka? Sejauh mana anggota keluarga menggunakan klarifikasi dan kualifikasi dalam berinteraksi? Apakah anggota keluarga memperoleh dan memberikan respons de­ngan baik terhadap umpan balik atau biasanya mereka menghalangi um­pan balik dan eksplorasi terhadap isu? Sebaik apa anggota keluarga men-dengar dan mengikuti ketika berkomunikasi? Apakah anggota keluarga mencari validasi orang lain? Hingga tingkat apa anggota menggunakan asumsi-asumsi dan pernyataan-pernyataan yang bersifat menilai dalam interaksi? Apakah anggota keluarga berinterak­si dengan pesan dalam suatu cara yang bersifat menyerang? Berapa kali diskualifikasi diguna­kan?
18.2. Bagaimana pesan-pesan emosional (afektif disampaikan dalam keluarga dan dalam subsistem keluarga? Berapa kali pesan-pesan emosional diantar? Jenis-jenis emosi apa yang disampai­kan dalam subsistem keluarga? Apa­kah emosi-emosi yang disampaikan bersifat negatif, positif atau kedua-nya?
18.3 Bagaimana frekuensi dan kualitas komunikasi yang berlangsung dalam, jaringan kerja komunikasi dan dalam beberapa set hubungan? Siapa yang berbicara kepada siapa dan dengan cara apa yang sudah lazim? Pola-pola umum apa yang digunakan menyampaikan pesan-pesan penting? Apakah adalah pengantara? Apakah pesan-pesan dikirim sesuai dengan perkembangan sesuai ang­gota keluarga?
18.4. Jenis-jenis proses disfungsional apa yang nampak dalam pola-pola komunikasi keluarga?
18.5. Bidang-bidang apa yang tertutup bagi diskusi, yang metupakan isu-isu ' penting bagi kesejahteraan keluarga dan fungsi yang adekuat?
18.6. Apa pengaruh-pengaruh internal (gamilial) dan eksternal (lingkungan, sosioekonomi, dan kebudayaan) yang menimpah porses-proses dan pola-pola komunikasi?



19. Struktur Kekuatan
19.1. Siapa yang membuat keputusan apa? Siapa yang memegang "kata" terakhir atau "siapa yang menang?"
19.2. Bagaimana pentingnya keputusan- keputusan atau isu-isu ini bagi kelu­arga? Pertanyaan-pertanyaan yang lebih spesifik mungkin meliputi: Siapa yang menganggarkan, membayar rekening, dan memutuskan bagaimana uang digunakan? Siapa yang memutuskan bagaimana caranya menghabis suatu malam atau siapa teman atau kerabat yang hendak dikunjungi? Siapa yang memutuskan masalah pindah pekerjaan atau tempat tinggal? Siapa yang iriendisiplinkan dan me­mutuskan kegiatan-kegiatan anak?

Proses Pembuatan-keputusan
19.3. Teknik-teknik khusus apa yang di­gunakan untuk membuat keputusan-keputusan dalam keluarga dan sejauh mana teknik-teknik ini digunakan (mis: konsensus; akomodasi/tawar menawar; kompromi atau paksaan; de- facto)? Dengan kata lain, bagai­mana keluarga membuat keputusan-keputusannya?
Dasar-Dasar Kekuasaan, Berbagai dasar dan sumber kekuasaan adalah kekuasaan/ otoritas yang sah dan variasinya, kekuasaan "takberdaya," kekuasaan referen, kekuasaan karena memiliki kekuasaan keahlian atra kekuasaan sumber, kekuasaan penghargaan; kekuasaan paksaan; kekusasaan afektif
19.4. Atas dasar kekuasaan apa anggota keluarga membuat keputusan?

Variabel-Variabel yang Mempengaruhi Kekuasaan Keluarga
19.5. Mengenali keberadaan salah sattt variabel berikut ini akan membutt pengkaji menginterpretasi perilaki keluarga yang darinya keluarga dapat dikaji.
• Hirarki kekuasaan keluarga.
• Tipe bentuk keluarga.
• Jaringan komunikasi keluarga.
• Status kelas sosial.
• Tahap siklus kehidupan keluarga.
• Latar belakang agama dan kebudayaan.
• Kemungkinan-kemungkinan situasional.
•Variabel-variabel individu anggota,jenis kelamin
• Saling ketergantungan suami/istri dan komitmen terhadap perkawinan.

20. Stniktur Peran
Struktur Peran Formal
20.1. Posisi dan peran formal apa yang setiap anggota keluarga penuhi? Gambarkan bagaimana setiap anggota keluarga melakukan peran-peran for­mal mereka.
20.2. Apakah peran-peran ini dapat diterima dan konsisten dengan harapan-harapan anggota keluarga, Dengan kata lain, apakah terjadi konflik peran?
20.3. Bagaimana setiap anggota keluarga melakuakn setiap peran secara kompeten?
20.4. Apakah terdapat fleksibilitas dalam peran-peran ketika dibutuhkan?

Struktur Peran Informal
20.5. Peran-peran informal dan peran-peran yang tidak jelas apa ada dalam keluarga? Siapa yang memainkan peran-peran tersebut dan berapa kali peran-peran tersebut sering dilaku-kan atau bagaimana peran-peran ter­sebut dilaksanakan secara konsisten? Apakah anggota keluarga melaksa-nakan secara samar peran-peran yang berbeda dengan mereka memiliki posisi menuntut mereka untuk me­mainkan peran-peran tersebut?
20.6. Tujuan apa yang dimainkan oleh kehadiran peran-peran yang diidentifikasikan secara tidak jelas atau peran-peran informal?
20.7. Jika peran-peran informal bersifat disfungsional, siapa yang melaksana-kan peran-peran ini pada generasi sebelumnya?
20.8. Apa pengaruh/dampak terhadap orang-orang yang memainkan peran-peran tersebut?

Analisa Model-Model Peran
20.9. Siapa yang menjadi model-model yang mempengaruhi seorang anggota keluarga dalam kehidupan awalnya, siapa yang memberikanperasaan dan nilai-nilai tentang perkembangan, pengalaman-pengalaman baru, peran-peran, dan teknik-teknik ko-munikasi?
20.10. Siapa yang secara spesifik bertindak sebagai model peran bagi pasangan-pasangan dan perana mereka sebagai orangtua, dan sebagai pasangan perkawinan? Seperti apakah mereka itu?

Variabel-Variabel yang Mempengaruhi Struktur Peran
20.11. Pengaruh-pengaruh kelas sosial: Bagaiamana latar belakang kelas sosial mempengaruhi struktur peran formal dan informal dalam keluarga.
20.12. Pengaruh-pengaruh kebudayaan: bagaimana struktur peran dari keluar­ga dipengaruhi oleh latar belakang kebudayaan dan agama?
20.13. Pengaruh-pengaruh perkembangan dan tahap siklus kehidupan: Apakah perilaku peran sekarang dari anggota keluarga, berdasarkan perkembang­an cocok?
20.14. Bagaimana masalah-masalah kesehatan mempengaruhi peran-peran ke­luarga? Realokasi peran-peran/tugas apa yang telah dilakukan? Bagai­mana anggota keluarga yang telah menerima peran-peran baru menyesuaikan diri? Apakah ada bukti tentang stres atau konflik akibat peran? Bagaimana anggota keluarga dengan masalah kesehatan bereaksi terhadap perubahan atau hilangnya peran (peran-peran)?

21. Nilai-Nilai Keluarga
21.1. Penggunaan metode "perbandingan" dan "membedakan" memberikan kesan (dengan nilai-nilai dari kebudayan yang dominan dan kelompok referensi keluarga—kelompok etnis yang mereka identifikasi atau keduanya).
21.2. Apakah ada kesesuaian antara nilai-nilai keluarga dengan kelompok re­ferensi keluarga dan/atau komunitas yang lebih luas?
21.3. Apakah ada kesesuaian antara nilai-nilai keluarga dan nilai-nilai subsistem keluarga?
21.4. Bagaimana pentingnya nili-nilai yang diidentifikasikan ini terhadap keluarga?
21.5. Apakah nilai-nilai ini dianut secara sadar atau tidak sadar?
21.6. Apakah ada konflik nilai yang menonjol dalam keluarga itu sendiri?
21.7. Bagaimana kelas sosial keluarga, latar belakang kebudayaan, dan tahap perkembangan mempangaruhi nilai-nilainya?
21.8. Bagaimana nilai-nilai keluarga mem­pengaruhi status kesehatan keluarga?
FUNGSI KELUARGA
22. Fungsi Afektif
Pola Kcbutuhan Keluarga—Respons
22.1. Apakah anggota keluarga merasakan kebutuhan-kebutuhan individu-indi-vidu lain dalam keluarga? Apakah orangtua (suami/istri) mampu menggambarkan kebutuhan-kebu­tuhan persoalan-persoalan lain dari anak-anak mereka dan pasangannya? Bagaimana sensitifnya anggota kelu­arga dalam memilih tanda-tanda yang behubungan dengan perasaan dan kebutuhan orang lain? Apakah setiap anggota keluarga memiliki seorang lain dalam keluarga yang dapat mereka ajak pergi dan meringankan beban mereka sen­diri yaitu seorang dapat dipercaya?
22.2. Apakah kebutuhan-kebutuhan, keinginan-keinginan, perbedaan dihormati oleh anggota keluarga yang lain? Apakah terdapat keseimbangan dalam hal hormat-menghormati (apakah mereka benar-benar saling menghormati satu sama lain)? Bagaimana sensitifnya keluarga terhadap tindakan-tindakan dan persoalan-persoalan dari setiap individu?
22.3. Apakah kebutuhan-kebutuhan yang diakui dari anggota keluarga dipenuhi oleh keluarga, jika demikian, sejauh apa?

Saling Memperhatikan (Mutual Nurtu-rance), Keakraban, dan Identifikasi
22.4. Sejauh mana anggota keluarga memberikan perhatian satu sama lain? Bagaimana mereka saling mendukung satu sama lain?
22.5. Apakah terdapat perasaan akrab dan intim di antara lingkungan hubungan keluarga?
Sebaik apa anggota keluarga bergaul satu sama lain? Apakah menunjukan kasih sayang satu sama lain?
22.6. Apakah identifikasi satu sama lain, ikatan (bonding), atau kedakatan nampak ada? (Pernyataan empatik, perhatian terhadap perasaan, penga-laman, dan kesulitan orang lain, semuanya ditunjukan).




Keterpisahan dan Keterkaitan
22.7. Bagaimana keluarga menghadapi isu-isu fentang keterpisahan dan keterkaitan?
Bagaimana keluarga membantu anggotanya agar ingin bersama dan memelihara keterkaitan? Apakah kesempatan-kesempatan untuk mengembangkan keterpisahan mendapat tekanan secara adekuat dan apakah kesempatan-kesempatan ter­sebut sesuai dengan usia dan kebu­tuhan-kebutuhan setiap anggota?

23. Fungsi Sosialisasi
23.1. Kaji praktik membesarkan anak dari keluarga dalam area bidang berikut ini.
• Kontrol perilaku, meliputi disiplin, penghargaan dan hukuman.
• Otonomi dan ketergatungan.
• Memberi dan menerima cinta.
• Latihan perilaku yang sesuai dengan usia (perkembangan sosial, fisik, emosional, bahasa, dan intelektual).
23.2. Seberapa adaptifhya praktik mem­besarkan anak untuk sebuah bentuk keluarga dan situasi tertentu?
23.3. Siapa yang menerima tanggung ja­wab untuk peran membesarkan anak
si ini dipikul bersama? Jika demikian, bagaimana hal ini diatur?
23.4. Bagaiaman anak-anak dihargai da­lam keluarga ini?
23.5. Keyakinan-keyakinan budaya apa yang mempengaruhi pola-pola mem­besarkan anak?
23.6. Bagaimana faktor-faktor sosial mem­pengaruhi pola-pola pengasuhan anak?
23.7. Apakah ini merupakan sebuah kelu­arga yang berisiko tinggi mendapat masalah-masalah membesarkan anak? Jika demikian, faktor-faktor apa yang menempatkan keluarga dalam risiko tinggi?
23.8. Apakah lingkungan rumah cukup memadai bagi anak-anak untuk ber-main (cocok dengan tahap perkem­bangan anak)?




24. Fungsi Perawatan Kesehatan'
24.1. Keyakinan-keyakinan, nilai-nilai, dan perilaku keluarga: Nilai-nilai apa yang diberikan kelu­arga pada kesehatan? Peningkatan kcsehatan, prevensi? Apakah terdapat kekonsistenan antara nilai-nilai kesehatana keluarga sebagaimana dinyatakan dan tindak-an kesehatan mereka? Dalam kegiatan-kegiatan peningkat-an kesehatan apa yang keluarga ter-libat secara teratur? Apakah karakteristik perilaku dari semua anggota keluarga atau pola-pola perilaku yang mendukung pe-ningkatan kesehatan sangat berbeda dalam seluruh sistem keluarga?
24.2. Defmisi dari keluarga tentang sehat/ sakit dan tingkat pengetahuan me­reka: . ., .
.Bagaimana keluarga mendefinisikan kesehatan dan sakit bagi anggota ke­luarga? Tanda-tanda apa yang dapat memberika kesan dan siapa y ang me-mutuskan?
Dapatkah keluarga dapat melapor-kan adn mengobservasi gejala-gejala dan perubahan-perubahan penting? Apa sumbcr-sumber informasi kese­hatan dari anggota keluarga? Bagaimana pengetahuan tentang kesehatan diteruskan kepada anggota keluarga?
Bagaimana keluarga mengkaji ting-katkesehatan? '
24.3. Status kesehatan keluarga dan keren-tanan terhadap sakit yang dirasa/diketahui:
Bagaimana keluarga mengkaji status kesehatannya saat ini? Masalah-maslaah kesehatan apa yang saat ini diidentifikasi oleh kelu­arga? Terhadap masalah-masalah kese­hatan yang serius yang mana anggota keluarga merasa mereka mudah terpengaruh/rentan? Apa persepsi-persepi dari keluarga tentang berapa banyak kontrol yang mereka lakukan terhadap kesehatan mereka dengan melakukan tindakan-tindakan kesehatan yang tepat?
24.4. Praktik diet keluarga: Apakah keluarga mengetahui sumber-sumber makanan yang berasal dari empat kelompok dasar makan­an? Apakah diet keluarga memadai? (catatan riwayat pola-pola makan keluarga untuk tiga hari). Siapa yang bertanggung jawab ter­hadap perencanaan, belanja, dan penyiapan makanan? Bagaimanamakanan disiapkan. Apa­kah kebanyakan digoreng, direbui, dipanggang, dimasak dengan micro­wave, atau disaji mentah? Berapa jumlah makanan yang dikonsumsi sehari? Apakah ada pembatasan-pembatasan anggaran? Penggunaan kupon ma­kanan? Bagaimana memadai tidaknya penyimpanan dan pedinginan? Apakah saat makan memiliki suatu fungsi tertentu bagi keluarga? Bagaimana sikap keluarga terhadap makanan dan jam makan?

24.5. Kebiasaan tidur dan istirahat:
Apa kebiasaan tidur dari anggota ke­luarga? Apakah anggota keluarga memenuhi syarat-syarat tidur yang sesuai de­ngan tuntutan usia dan status kese­hatan mereka? Apakah ada jam-jam reguler yang telah diatur untuk tidur? Apakah anggota keluarga melakukan istirahat siang secara teratur atau memiliki cara-cara lain untuk istirahat selama sehari?
Siapa yang memutuskan kapa anak-anak harus tidur? Di mana anggota keluarga tidur?

24.6. Latihan dan rekreasi:
Apakah keluarga menyadari bahwa rekreasi dan latihan aerobik secara aktif sangat dibutuhkan untuk kese­hatan? Jenis-jenis rekreasi dan aktivitas-aktivitas fisik apa yang anggota kelu­arga lakukan secara regular? Apakah kegiatan-kegiatan ini diikuti oleh semua anggota keluarga atau hanya anggota tertentu? Apakah pekerjaan harian yang biasa memberikan kesempatan untuk latihan?

24.7. Kebiasaan penggunaan obat-obatan dalam keluarga:
Apakah kebiasaan penggunaan alko-hol, tembakou kopi, cola atau teh (kafein dan teobromin, adalah stimulan) yang dilakukan oleh keluarga? Apakah anggota keluarga menggu-nakan obat-obatan hanya untuk maksud rekreasi? Sudah berapa lama anggota keluarga menggunakan alkohol dan obat-obatan rekreatif lainnya? Apakah penggunaan tembakau, alkohol, obat-obatan resep atau gelap oleh anggota keluarga dipandang sebagai sebuah masalah? Apakah pengunaan alkohol atau obat-obatan lain mengganggu kapasitas melakukan kegiatan umum? Apakah anggota keluarga secara reguler menggunakan obat-obatan tanpa resep atau dengan resep? Apa­kah keluarga menyimpan obat-obatan dalam jangkah waktu lama dan menggunakannya kembali? Apakah obat-obatan diberi label se­cara tepat dan berada di tempat yang aman, jauh dari jangkauan anak-anak?

24.8. Peran keluarga dalam praktek perawatan diri:
Apa yang keluarga lakukan untuk memperbaiki status kesehatan? Apa yang keluarga lakukan untuk mencegah sakit/penyakit? Siapa yang menjadi pemimpin kesehatan dalam keluarga? Siapa yang membuat keputusan dalam bidang kese­hatan dalam keluarga? Apa yang keluarga lakukan untuk merawat masalah-masalah kesehatan dan sakit dalam rumah? Bagairaana kompotennya keluarga dalam hal perawatan diri yang ber-kaitan dengan pengakuan terhadap tanda-tanda dan gejala-gejala, diag-nosa dan perawatan di rumah ter­hadap masalah-masalah kesehatan yang biasa dan sederhana? Apakah keyakinan-keyakinan, sikap dan nilai-nilai dari keluarga dalam hubungan dengan perawatan di rumah?

24.9. Praktik lingkungan:
Bagaimana anggota keluarga terpapar terhadap bahaya-bahaya lingkungan yang ditemukan dalam tanah, air, dan udara? Apakah anggota keluarga tidak terpengaruh oleh. kebisingan tingkat tinggi secara teratur?
Apakah anggota keluarga merokok? atau apakah mereka terpajan ter­hadap asap ketika bekerja atau berada di rumah? , Apakah anggota keluarga menggu­nakan pestisida, cairan pembenih, lem, pelarut, logam berat, dan racun dalam rumah? Apa saja praktik kebersihan dan higiene keluarga?

24.10. Cara-cara pencegahan secara medis: Bagaimana perasaan keluarga tentang keadaan fisik ketika berada dalam keadaan sehat? Kapan pemeriksaan terakhir terhadap mata dan pendengaran dilakukan? Apa status imunisasi dari keluarga?

24.11. Praktik kesehatan gigi?
Apakah anggota keluarga menggu-nakan air yang diberi florida, apa anak-anak dianjurkan untuk menggunakan florida sctiap hari? Apa kebiasaan higiene oral dari kelu­arga dalam hubungan dengan sikat gigi dan flossing setelah makan? Apakah pola-pola keluarga dalam mengasup gula dan kanji? Apakah anggota keluarga menerima perawatan gigi profesional yang ber-sifat preventif, termasuk penyuluhan, penyinaran dengan sinar x secara periodik, kebersihan, perbaikan, dan (untuk anak-anak) topikal dan flo­rida oral?




24.12. Riwayat kesehatan keluarga:
Bagaimana keseluruhan kesehatan dari anggota keluarga anggota kelu­arga dari hubungan perkawinan (nenek/nenek, orangtua, bibi, paman, sepupu, kakak/adik dan bayi) dalam tiga generasi? Buatlah riwayat gene-tika dan penyakit keluarga pada masa lalu maupun masa sekarang—dia­betes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, stroke, dan reumatik, penyakit ginjal, tiroid, asma, keadaan alergi lain, penyakit-penyakit darah, dan penyakit kelu­arga lainnya. Apakah terdapat riwayat penyakit-penyakit keluarga yang berkaitan de­ngan lingkungan?

24.13. Pelayanan perawatan kesehatan yang diterima:
Dari praktisi perawatan kesehatan apa dan/atau lembaga perawatan kesehatan apa anggota keluarga me­nerima perawatan ? Apakah praktisi atau lembaga ini bertemu dengan semua anggota kelu­arga dan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan perawatan kesehatan anggota keluarga?

24.14. Perasaan dan persepsi menyangkut pelayanan perawatan kesehatan: Apa perasaan keluarga terhadap jenis-jenis pelayanan perawatan kesehatan bagi keluarga yang tersedia dalam komunitas? Apa perasaan dan persepsi dari kelu­arga yang berkenaan dengan pela­yanan perawatan yang diterima dari pemberi pelayanan kesehatan? Apakah keluarga memiliki pengalaman masa lalu dengan pelayao perawatan kesehatan yang keluarga terima? Apakah keluarga merasa puas, nya-man, percaya dengan perawatan yang diterimanya dari pemberi pelayanan kesehatan. Apakah keluarga memiliki pengala-man msa lalu dengan pelayanan ke-perawatan kesehatan? Apa sikap dan harapan keluarga terhadap penut perawat?

24.15. Pelayanan kesehatan darurat:
Apakah lembaga atau dokter yang memberikan pelayanan perawatan memiliki pelayanan darurat? Apakah pelayanan-pelayanan medis dari pemberi pelayanan kesehatan saat ini tersedia, jika terjadi keadaan darurat? Jika tidak ada pelayanan darurat, apakah keluarga tabu di mana pelayanan darurat terdekat (menurut syarat-syaratnya) baik untuk anak-anak mau­pun anggota keluarga yang dewasa? Apakah keluarga tabu bagaimana memanggil ambulans dan perawatan paramedis? Apakah keluarga memiliki suatu perencanaan kesehatan darurat?

24.16. Sumberpembiyaan:
Bagaimana keluarga akan membayar pelayanan-pelayanan yang ia terima atau mungkin ia terima? Apakah keluarga memiliki asuransi swasta, perawatan medis (Medicare) atau bantuan medis (Medicaid); haruskah keluarga membayar penuh atau sebagian. Apakah keluarga mendapat pelayanan gratis (atau mengetahui pelayanan gratis bagi mereka)? Apakah efek dari biaya perawatan kesehatan terhadap pemakaian pela­yanan kesehatan oleh keluarga? Jika keluarga memiliki asuransi kese­hatan (swasta, perawatan medis, dan/ atau bantuan medis, apakah keluarga diberitahu tentang pelayanan-pelayanan yang dijamin oleh asuransi seperti pelayanan-pelayanan preventif, peralatan medis tertentu, kunjungan rumah, dll.?

24.17. Logistik untuk mendapat perawatan: Berapa jauh fasilitas perawatan dari rumah keluarga? Alat transportasi apa yang keluarga gunakan untuk mencapai fasilitas perawatan? Jika keluarga harus menggunakan angkutan umum, masalah-masalah apa yang timbul dalam hubungannya dengan jam pelayanan dan lamanya perajalanan ke fasilitas pelayanan kesehatan?

KOPING KELUARGA
25. Stresor-stresor (baik jangka pendek mau-pun jangka panjang dan yang berhubungan dengan sosioekonomi dan lingkungan) yang dialami oleh keluarga? Apakah Anda bisa memastikan lamanya dan kekuatan dari stresor-stresor yang dialami oleh keluarga? Apakah keluarga dapat mengatasi stresor biasa dan ketegangan sehari-hari?

26. Apakah keluarga mampu bertindak ber-dasarkan penilaian yang objektif dan realistis terhadap situasi yang penuh dengan stres?

27. Bagaimana keluarga berreaksi terhadap situasi yang penuh dengan stres (strategi-strategi koping apa yang dibuat)? Strategi koping apa yang digunakan oleh ke­luarga untuk menghadapi tipe-tipe masalah? Apakah anggota keluarga berbeda dalam cara-cara koping terhadap masalah-masalah mereka sekarang? Jika demikian, bagaimana? Apa strategi-strategi koping internal kelu­arga? Kelompok kepercayaan keluarga. Penggunan humor. Pengungkapan perasaan, pikiran, dan aktivitas (mempertahankan kedekatan). Pengontrolan terhadap makna dari masalah/pembuatan kerangka ulang. Pemecahan masalah bersama. Fleksibilitas peran. Normalisasi. Apa strategi-strategi koping eksternal dari keluarga? Mencari informasi. Memeliharahubungan dengan komunitas (keterlibatan eksternal umum). Informal dan formal. Mencari dukungan sosial (formal dan in­formal).
Mencari dukungan spiritual.

28. Dalam bidang-bidang atau situasi-situasi masalah apa keluarga dalam menghadapi waktu penguasaan yang dicapai?

29. Strategi-strategi adaptif disfungsional apa yang keluarga telah gunakan atau sedang di­gunakan? Jika ada tanda-tanda dari salah satu disfungsionalitas, catat keberadaannya dan betapa digunakan secara ekstensif:
• Kekerasan keluarga (pasangan, anak, yang lebih tua, orangtua, atau perlakuan kejam terhadap saudara).
• Perlakuan kejam terhadap anak,

Daftar Pustaka.
Bailon Maglaya. 1978. Perawatan Kesehatan Keluarga Suatu Proses. Terjemahan Pusdiknakes. Jakarta.

Friedman. 1998. Keperawatan Keluarga Teori dan Praktik. Edisi 3. Terjemahan Ina Debora R.J dan Drs. Yookim Asy. EGC. Jakarta

Fatma, Mia,dkk. 2007. Panduan Pengalam Belajar Lapangan keperawatan keluarga, Gerontik, Komunitas. EGC. Jakarta

Setiadi. 2008. Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar